Sejarah Singkat Benteng Vredeburg di Jogja, Wajib Tahu!

Foto halaman depan museum Benteng Vredeburg Foto halaman depan museum Benteng Vredeburg

Kamu punya rencana ingin berlibur ke kota Jogjakarta, jangan lupa mampir ke tempat wisata yang menjadi andalan dari kota Yogyakarta. Tempat itu adalah Museum Benteng Vredeburg. Ya, berlokasi di depan Gedung Agung dan Kraton Kesultanan Yogyakarta menjadikan museum ini mudah untuk diakses oleh wisatawan lokal maupun wisatawan asing.  Selain itu, Wisata Benteng Vredeburg di Jogja ini menjadi saksi sejarah pada masa Kemerdekaan Republik Indonesia loh. Sebelum menjadi museum, tempat ini dulunya dibangun oleh Pemerintahan Belanda untuk melindungi residen dan pemukiman pemukiman milik warga Belanda. Benteng ini pertama kali dibangun tahun 1760 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) I atas permintaan Pemerintah Belanda dengan maksud untuk melindungi keamanan Kesultanan Yogyakarta. Namun, ada maksud tertentu dari Pihak Belanda dalam pembangunan benteng ini yakni sebagai langkah antisipasi bilamana pihak Kesultanan Yogyakarta secara tiba tiba menyerang Pemerintahan Belanda. 

Hal ini dipertegas dengan adanya patok yang dahulu terdapat meriam yang langsung mengarah langsung ke Kraton. Namun, sebelum dibangun menjadi benteng, pada tahun 1761 tempat ini digunakan untuk parit perlindungan atau yang dikenal sebagai bunker yang diberi nama Rusten Burg.  Pada masa perjalanan pembangunan benteng ini, terdapat beberapa perubahan perubahan pada arsitekturnya. Pada masa kepemimpinan Frans Haak (1765), benteng ini diubah dan mengambil model pembangunan yang disamakan dengan model benteng gaya Eropa dengan ciri terdapat menara pada tiap sudut dan juga tembok yang lebar guna para serdadu untuk berpatroli.  Pembangunan benteng ini pun memakan waktu yang cukup lama, kurang lebih membutuhkan waktu hingga 23 tahun guna menyelesaikan benteng ini dikarenakan banyaknya penguasa di Kraton Yogyakarta yang tidak suka dengan pembangunan benteng ini dan juga kurangnya tenaga kerja dari penduduk lokal. 

Dalam perjalanan pembangunannya, benteng ini juga difungsikan sebagai tempat penahanan sementara pemimpin Yogyakarta yang membangkang di masa pemerintahan Belanda sebelum dibuang ke luar Pulau Jawa.  Di benteng ini pula Pemerintahan Belanda dan juga Danurejo IV merancang taktik untuk menangkap Pangeran Diponegoro. Sementara itu, Benteng ini dahulu bernama Rustenburg yang memiliki arti benteng peristirahatan. Namun, pada tahun 1867 Yogyakarta dilanda gempa hingga benteng ini pun rusak dan diperbaiki kembali dan bergantilah nama menjadi Vredeburg yang memiliki benteng kedamaian. Nah, pada tahun 1981 bangunan ini ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia sebagai tempat cagar budaya yang dilindungi dan pada tahun 1992 secara resmi benteng ini dipergunakan sebagai museum dan masyarakat umum diperbolehkan untuk memasuki kawasan benteng.

Di dalam kawasan wisata Benteng Vredeburg di Jogja ini, kamu akan menemukan 4 diomara yang terpisah menjadi 2 bagian gedung yang berbeda. Setiap diomara tersebut juga menceritakan sejarah perjalanan pembangunan benteng tersebut. Di dalam diorama - diorama tersebut terdapat beberapa koleksi patung, lukisan, grafik, dan juga layar sentuh agar memudahkan pengunjung untuk memahami sejarah museum. Sementara itu, diluar museum juga terdapat patung tokoh tokoh pahlawan nasional. Selain itu, di dalam museum benteng Vredeburg ini juga terdapat beberapa fasilitas yang memadai diantaranya terdapat perpustakaan, ruang pertunjukan, ruang pertemuan, audio dan visual, area free wifi, pemandu, ruang tamu, mushala, serta kamar mandi.

Nah, Bagi kamu yang ingin mengunjungi kawasan wisata Benteng Vredeburg di Jogja ini, Kamu tak perlu repot guna menuju tempat ini karena berada di tengah kota atau lebih tepatnya di Jalan Jendral Ahmad Yani No.6, maka dari stasiun Tugu kamu tinggal berjalan ke arah selatan sekitar 100 meter atau bisa naik Becak atau Andong dengan biaya sekitar Rp 10.000. Dan biaya untuk masuk museum cukup murah yakni Rp 2.000 untuk dewasa dan Rp 1.000 untuk anak anak. Untuk jam buka museum pada hari Selasa hingga Jumat buka pukul 08.00 hingga 16.00 Wib dan untuk hari Sabtu dan Minggu buka pukul 08.00 hingga 17.00 Wib. Untuk hari Senin dan hari libur nasional museum ini tutup ya. Nah, bagi kamu yang mengikuti Tour Jogja, nikmati beberapa kemudahan dan kenyamanan ketika mengunjungi Benteng Vredeburg ini karena biaya sudah termasuk tiket masuk dan juga dipandu oleh guide yang ramah tentunya.