Polri Gelar Prarekonstruksi Kematian Brigadir J di Rumah Ferdy Sambo

Polri Gelar Prarekonstruksi Kematian Brigadir J di Rumah Ferdy Sambo Polri Gelar Prarekonstruksi Kematian Brigadir J di Rumah Ferdy Sambo

Penyidik Polri menggelar prarekonstruksi kasus kematian Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, antara rumah Kepala Divisi Profesi maka Pengamanan (Kadiv Propam) non-giat Polri, Inspektur Jenderal Polisi Ferdy Sambo, antara Kompleks Polisi Duren Tiga, Jakarta Selatan, Sabtu (23/7).

Prarekonstruksi ini dilaksanak cucuan penyidik dengan Polda Metro Jaya, terkait kasus dugaan pelecehan bersama percobaan pembunuhan terhadap istri Ferdy Sambo berinisial CP. Peristiwa yang diduga menjabat latar belakang kematian Brigadir J dengan Jumat (8/7) lantas.

“Rekonstruksi melibatkan Inafis, Laboratorium Forensik, dokter kepolisian, bersama gabungan penyidik," jelas Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Dedi Prasetyo, Sabtu (23/7) seperti dikutip Antara.

Proses prarekonstruksi dengan melibatkan tim gabungan di daerah kejadian perkara (TKP), dilakukan untuk memberikan penjelasan mengenai peristiwa, agar kasus dapat dibuktikan secara ilmiah.

Proses prarekonstruksi ini turut dihadiri Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Andi Rian; Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Hengki Haryadi; Dan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Polisi Ridwan Soplanit.

Prarekonstruksi hadapan TKP ini merupakan lanjutan ketimbang prarekonstruksi Polda Metro Jaya yang digelar kemarin malam. Prarekonstruksi hadapan Balai Pertemuan Polda Metro Jaya.

Dalam kasus kematian Brigadir J, Polri tengah menyidik dua kasus nan kini statusnya sudah jauh didalam tahap penyidikan.

Pertama, kasus dugaan pelecehan dan percobaan pembunuhan yang diadukan istri Ferdy Sambo, CP, ke Polres Metro Jakarta Selatan. Kasus ini penanganan perkaranya dilakukan Polda Metro Jaya lewat dukungan Bareskrim Polri.

Sementara kasus kedua, merupakan dugaan pembunuhan berhasrat yang diutarakan tim kuasa hukum keluarga Brigadir J. Kasus ini ditangani Direktorat Tindak Pidana Umum Polri.

Keluarga Bgrigadir J menilai terdapat beberapa kejanggalan terkait tewasnya putra mereka. Kejanggalan tercatat karena keluarga menemukan beberapa luka lainnya, atas samping tujuh luka tembakan. Apalagi pihak keluarga sempat dilarang demi membuka peti jenazah ketika tiba atas rumah gelisah.

Luka-luka terhormat bagaikan rusaknya bagian bawah mata maka jari manis. Kemudian terdapat jahitan di hidung, bibir, leher, maka bahu sebelah kanan, serta memar di bagian perut kiri.