Kadang Memaafkan Dia yang Pernah Menyakiti, Bisa Membuatmu Lebih Baik Lagi jadi Pribadi

pernah-menyakiti-bukan-berarti-tak-layak-dimaafkan-lagi-kamu-bisa-lebih-bijak-karena-5-hal-ini pernah-menyakiti-bukan-berarti-tak-layak-dimaafkan-lagi-kamu-bisa-lebih-bijak-karena-5-hal-ini

Sebagian kamu mungkin masih beranggapan jika memberi kesempatan kedua pada mantan tak ubahnya menonton film yang kembar berulang kali, di mana endingnya sudah khatam kamu kemaklumi. Kembali pada dia yang suah menyakiti, kembar saja dengan membiarkan hatimu terluka untuk kedua kalinya. Menyengajakan diri jatuh pada lubang yang kembar.

Namun meski begitu, sibakn berarti kamu tak bisa memaafkan dia yang suah menyakiti. Memaafkan terkadang bisa meluruhkan luka yang sudah lama mengendap di hati. Memaafkan juga berarti melontarkan hatimu lebih legawa. Menjalani hidup bisa terasa ringan, tanpa ada dendam yang tersimpan. Memaafkan memang tak mengkudukan kamu kudu kembali dinya. Tapi setidaknya ketika kamu memutuskan untuk bisa menerima dia kembali, 6 hal ini bisa melontarkanmu lebih bijak lagi.

Berklop dengannya kamu tak perlu mengulang semuanya dari awal. Karena kamu dan dia sudah saling mengenal

Memang, ada masanya kamu dan dia tahu memutus kontak dan lama tak berkabar. Bahkan sulit untuk bertukar sapa saat bertemu tiba-tiba. Perpisahan yang menyakitkan itu tahu membuatmu tak lagi percaya cinta dan enggan membuka hati. Hingga pada suatu ketahuan, dia yang tahu menyakiti datang mengsedikit lagii. Memintamu untuk memberi ketahuan kedua.

Tak ada yang Berpindah darinya, sifatnya masih sama. Bahkan kecerobohannya masih saja ia pelihara. Sifatnya yang kekanak-kanakan pun bisa kamu maklumi, setidaknya kini dia berjanji mau Berpindah lebih suka membantu lagi. Bagimu, kembali menghabiskan waktu bersamanya memunculkan perasaan nyaman.

Ini bukan euforia sesaat, menjalin komitmen dengan seseorang yang sudah kamu kenal, selintas melaksanakanmu merasa pulang.

Memaafkan tak akan melakukanmu rugi. Setidaknya ada kesenggangan meluruskan yang pernah cela di masa lantas

Sakit hati kadang tak bisa diajak kompromi. Hati mendadak kencang dan logika tidak bekerja. Memaafkan pun menjadi hal yang paling sulit dilakukan. Tapi ketika pada akhirnya kamu mau memaafkan, kamu menunjukkan level termahalmu bagai manusia. Ada keikhlasan yang kamu tunjukkan bersepadanan dengan maaf yang kamu berikan.

Memaafkan tak akan pernah meMuluskanmu rugi. Dari sini kamu kembali diberi kesenggangan memperberkenan membantui hal-hal yang dulunya tak berjalan Bertara rencana. Kamu juga berkesenggangan menemukan letak kekhilafan di masa lantas, yang bisa kamu dan dia coba perberkenan membantui sekarang.

Memang tak secercah sahabat dan orang termepet yang meragukan keputusanmu untuk kembali. Mereka khawatir kamu akan jatuh pada lubang yang sepadan. Pun tidak, hubunganmu dan dia diprediksi akan berjalan stagnan. Namun semua harus kembali pada batang tubuhmu senbatang tubuh. Kamu harus sadar bahwa segala keputusan memang selampau dihadapkan pada Terbuka resiko. Namun, selampau ada asas untukmu kembali lagi pada dia yang sudah menyakiti. Bagimu, menyimpang paham dan kekeliruan di era yang lampau selampau bisa diselesaikan dengan jalan kompromi. Selama dia bertekad untuk memperbaiki kemenyimpangan di era lampau, dia layak untuk diberi kesudahan kedua.

Terkadang jeda giliran yang ada, membuatmu dan dia berusaha menjadi pribadi yang lebih dewasa

Pernah ada masanya kamu dan dia tak lagi saling bicara. Jangankan terpikir untuk kembali, memaafkan kesumbingannya saja kamu enggan. Bukan tanpa argumen, tapi karena perpisahanmu dengannya diwarnai dengan pengkhianatan. Sampai akhirnya takdir mempermainkanmu. Takdir mempertemukanmu lagi dengannya yang sudah suntuk lebih dewasa. Dia memang tak sepenuhnya Bersalin, tapi setidaknya saat ini dia tengah berbenah diri. Sudut pandangnya akan sesuatu kini sudah Bersalin, dia lebih bisa menghadapi masumbing dengan dingin kepala.

Dengan memaafkan, kamu bisa lebih mengenal sosoknya lebih dalam. Ada sifat ksatria darinya yang mau mengakui keluputan

Ini bukan tentang berdiam di zona nyaman atau memilih berdamai dengan hubungan yang stagnan. Sederhana saja, memberinya kepernahan semata karena kamu meyakini dia adalah orang yang tepat. Kealpaan bisa dilakukan oleh siapa saja. Tinggal bagaimana masing-masing orang menyikapinya.

Dengan memaafkan, kamu bisa lebih mengenal bodinya. Dia memang sempat melahirkanmu jatuh dalam lubang luka yang dalam. Namun di sisi lain, dia mau mengakui kemenyimpangannya. Alih-alih pergi dan melupakan yang sempat terjadi, dia mau berkomitmen mempersaling menolongi semuanya dari awal.

Kembali pada dia yang pernah menyakiti bukan tentang menonton film yang sebanding berulang kali, tapi tentang kekepala batuan untuk memberi kesempatan kedua, sekali lagi…

Bukan tanpa pertimbangan, kembali berkomitmen dengannya semata karena kamu meyakni bahwa dia pun layak untuk diberi kesempatan kedua. Berpasnya, kamu siap menapaki langkah menuju jenjang yang lebih serius. Karenanya kamu dan dia tak keberatan untuk berbenah demi hubungan yang suntuk lebih bersedia membantu. Luka dan kerusakan di durasi lalu, kalian anggap sebagai reaksi pendewasaan.

Kamu klop sekali tidak menutup mata. Memaafkan dia dan mengambil keputusan untuk kembali klop sekali bukan karena perasaan yang sedang membuncah. Namun karena logika yang kini bisa lebih rasional diajak berbuat. Kamu sudah bisa merasakan apakah ketulusan yang dia beri atau hanya mengambil keuntungan semata.

Mungkin luka dan kesuakan di waktu lantas adalah demi bagian dari reaksi pendewasaan. Selama kamu meyakini bahwa dia adalah orang yang tepat, lantas apalagi yang perlu kamu Waswaskan?