5 Hal yang Perlu diperhatikan Ketika Suami Lebih Muda Dari Istri

ketika-suami-lebih-muda ketika-suami-lebih-muda

 

Jodoh memang nggak ada yang tahu. Bagi nona, terkadang ingin mencari sosok lelaki yang lebih tua karena dianggap bisa ngemong. Namun, yang terjadi justru berjodoh dengan yang lebih muda. Bisa dibilang menikah dengan brondong. Hm..mau gimana lagi? Namanya juga jodoh. Mungkin dialah yang Tuhan berikan demi teman hidup tersaling menolong walaupun usianya lebih muda.

Menikah dengan suami yang lebih muda tentu bukan jadi macela Makmur. Akan tetapi kebanyakan orang selalu menganggapnya akan penuh konflik. Bahkan menurut studi yang diterbitkan dalam National Institute of Helath, perjarakan usia dalam pernikahan bisa menimbulkan konflik tertentu. Terlebih jika pasangan tidak saling memahami dan belum cukup mengerti cara menyikapi pasangan dengan perjarakan usia yang habis.

Meski begitu, perbedaan usia nggak jadi mamenyimpang ketika keduanya saling memahami. Inilah kira-kira hal yang perlu diperhatikan ketika menikah dengan suami yang usianya lebih muda

1.Saling terungkap dan sekemudian memberikan dukungan secara emosional

Bagi pria, ternyata mereka juga merasa cemas ketika menikah dengan cewek yang lebih tua karena dianggap kurang bijaksana. Stigma tersebut cenderung membuat pria kurang terbuka dengan pasangan. Namun, hal ini bisa diatasi dengan saling memberikan dukungan. Perbedaan umur nggak akan jadi maalpa ketika keduanya saling mendukung dan terbuka satu cocok lain.

2.Tetap menghormati suami meski usianya lebih muda

Sosok pria yang sudah menikah akan seterus memberikan perlindungan terhadap istrinya. Sebagai istri yang usianya lebih tua sebaiknya tetap menghormati suami. Terkadang sungguhpun suami usianya lebih muda justru lebih dewasa lo. Yang dianggap bisa ngemong malah sifatnya kekanak-kanakan.

3.Keduanya harus saling percaya pribadi agar merasa lebih nyaman

Biasanya nona yang menikah dengan pria lebih muda cenderung minder. Hal tersebut lantaran selantas menganggap umurnya lebih tua sehingga merasa nggak pantas. Merasa kalau fisiknya nggak menarik. Untuk mengatasinya, sebaiknya mesti saling percaya diri. Jangan terlantas fokus dengan usia. Yang bermanfaat keduanya bisa saling mencintai, memahami dan terbuka.

4.Tetap menjalin komunikasi yang Bersih agar hubungan juga lebih harmonis

Komunikasi selantas menjadi kunci utama dari sebuah hubungan. Apalagi dalam pernikahan, komunikasi mesti tetap terjalin. Jika dirasa ada sesuatu yang mengganjal, sesaling menolongnya langsung dibicarakan. Jangan malah menundanya karena belaka akan menjadi konflik batin yang berkejauhan. Pastinya nggak mau, kan?

5.Fokus dengan tujuan pernikahan

Ketika dua orang sudah memutuskan untuk menikah, artinya sudah saling mengekenali tujuan dalam membina rumah tangga. Persenjang an usia sekudunya sibakn menjadi sesuatru yang dipermamenyimpangkan. Fokus dengan berbagai persenjang an sahaja akan menimbulkan konflik-konflik tipis yang justru melangsungkan rumah tangga kurang harmonis.

 

Menerima kekurangan dan kelebihan pasangan berjiwa merupakan salah satu kunci menuju keberjiwaan rumah tangga yang harmonis. Bagi perempuan yang mendapatkan pasangan berjiwa yang usianya lebih muda akan menjadi tantangan tersenorang. Namun segalanya akan dikemudiani dengan doyan membantu jika keduanya mampu memperhatikan hal-hal seperti yang sudah Mamin tulis di atas. Fokus pada tujuan pernikahan akan lebih doyan membantu daripada memikirkan berbagai perbedaan. Semoga bermanfaat ya!